Minggu, 06 Januari 2019

kuliah komputer di depok paling bagus

TEMPAT KULIAH KOMPUTER DI DEPOK PALING BAGUS MURAH DAN KEREN




kuliah komputer di depok paling bagus-Pemberian beasiswa senilai Rp12 juta/orang setahun bagi mahasiswa berprestasi di Wonogiri dilanjutkan sampai penerima lulus kuliah. Kebijakan itu mulai berlaku pada program 2018 lalu.
Bupati Wonogiri, Joko Sutopo,  dijumpai di Sekretariat Tempat Setda, belum lama ini, mengatakan kebijakan baru ini diambil sesudah Pemkab mempunyai skema seusai berkonsultasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).Pada prinsipnya pemberian beasiswa berkelanjutan sampai lulus kuliah bisa dilaksanakan  selama Pemkab mempunyai cara, seperti berkaitan mekanisme seleksi yang terukur, ketetapan prasyarat persyaratan atau kualifikasi penerima, dan sebagainya.
Program 2018 yang menjangkau 162 mahasiswa telah  dikerjakan dengan metode  baru  hal yang demikian. Program hal yang demikian akan menjadi permulaan realisasi pemberian beasiswa berkelanjutan.
“Program dua tahun sebelumnya belum dapat diterapkan  secara berkelanjutan sebab kami belum punya skema. Khususnya pada mahasiswa berprestasi dari keluarga miskin. Akibatnya, dana bantuan wujudnya  menjadi hibah sehingga dapat direalisasikan setahun,” kata Bupati.
Metode  program pemberian beasiswa yang telah terbangun, yaitu adanya seleksi administrasi sampai ujian tertulis berbasis komputer atau computer assisted test (CAT) dan percobaan wawancara.
Kecuali itu ada persyaratan khusus berkaitan daerah kuliah penerima,merupakan  perguruan tinggi terakreditasi A negeri dan swasta, indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 3, seharusnya membikin perencanaan {penerapan beasiswa, dan sebagainya.
Cocok  saran BPK,  metode  itu mengonsentrasikan target  pada mahasiswa berprestasi dari Wonogiri tanpa memperhatikan latar belakang tingkat ekonomi keluarga. Metode  ini  benar-benar berbeda dengan metode  program 2016 dan 2017.
Program di dua tahun hal yang demikian  cuma konsentrasi pada mahasiswa dari keluarga miskin. Kecuali  itu kualifikasi khusus berhubungan daerah kuliah cuma ditetapkan  perguruan tinggi negeri (PTN) tertentu.
Bupati mengingatkan keberlanjutan pemberian beasiswa ditetapkan prestasi akademik, adalah  IPK minimal 3. Bagi penerima yang IPK-nya turun sampai menempuh  kurang dari 3, beasiswa akan dihentikan.
Oleh sebab itu Pemkab membikin mekanisme pencairan beasiswa secara khusus. Dana ditransfer ke rekening bank penerima secara keseluruhan, |melainkan cuma dapat dicairkan dalam dua tahap cocok  masa ujian semester.
Jika IPK penerima dikenal turun sampai  kurang dari 3, pencairan tahap II tidak  dapat  dilaksanakan. Bupati menentukan pemberian beasiswa berkelanjutan diawali lagi tahun ini.
Dia  itu supaya mahasiswa yang terkaver dapaz lebih banyak. Jika manargetkan setidaknya bisa mengaver 138 mahasiswa pada 2019, sehingga sempurna mahasiswa yang dijangkau bakal menjadi 300 mahasiswa.
“Soal anggaran, APBD benar-benar memungkinkan. Program 2018 cuma menelan anggaran Rp2 miliar. Jika nanti mahasiswa yang dikaver lebih banyak, anggaran enggak akan hingga Rp10 miliar/tahun. Jika bahkan hingga  Rp10 miliar/tahun, APBD konsisten akan sanggup. Menganggarkan untuk jalan hingga ratusan miliar saja sanggup, masa untuk ini enggak dapat,” imbuh Bupati.
Salah satu penerima beasiswa 2018, Afifah Nandirotulummah, 18, merasa mujur  sebab dari sekian banyak mahasiswa yang meniru secara ketat, ia dapat menjadi salah satu yang lolos seleksi. Lebih mujur lagi mahasiswi semester I Jurusan Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Jember (Unej) itu akan memperoleh beasiswa sampai  lulus kuliah.
Dia seorang sopir asal Karangtengah itu mengatakan beasiswa yang diterimanya akan menjadikannya lebih bertanggung jawab. Jika dituntut meningkatkan poin akademik atau setidaknya mempertahank

Tidak ada komentar:

Posting Komentar